What? I hate New Year's Eve 2010. Its just felt so wrong. Only an hour to go to 2011 (after i scratching my pimple), and here i am, facing computer, posting blogs, the cheeziest.
There was a price should i pay to get the best thing in my life. I got you, the amazing Sagitarius man ever, but I lost you, the sweetest Gemini girl ever, almost at the same time.
Life is always about take and give. I learned control my emotion in 2010. I got some great peoples come and go.
Then I earned one new experience. And above all of my "got and lost", finally one stupid company hired me as their employee! Really missing my crazy time of sleep :) after these past 7 months i left it behind. Keep trying to have a 12 hours of sleep, but there will be some priorities feels i don't treat them as priority. It's sucks, but crucial.
My life seems under control, we can say it, balance. Family (mom's gonna home on February 2011), a gig (it keep feeding my ATM), and one healthy love life. How can't i be anymore grateful?
2011, are you ready to have 365 days, 8760 hours, 525600 minutes to fight me again? Such a lot of digits, eh?
Friday, December 31, 2010
Dear Prisillia Meidrika Silitonga,
Friend,
Closest friend,
My closest friend,
We've been thru a lot, i was there when you need me, so did you. Will you let me know when you'll make up your mind?
*sigh*
I lost you, girl. It'll always shade a tear when you cross my mind. Memories, we have a great one, more i think.
This is one of the last pictures we took,

You have no idea how much i miss our time together. You seems lost, he made you like this. Yes, i hate him just because i can even see you in a second to share a thing.
Well, hope you'll find the way someday, or perhaps it is that way?
Closest friend,
My closest friend,
We've been thru a lot, i was there when you need me, so did you. Will you let me know when you'll make up your mind?
*sigh*
I lost you, girl. It'll always shade a tear when you cross my mind. Memories, we have a great one, more i think.
This is one of the last pictures we took,

You have no idea how much i miss our time together. You seems lost, he made you like this. Yes, i hate him just because i can even see you in a second to share a thing.
Well, hope you'll find the way someday, or perhaps it is that way?
Tuesday, August 17, 2010
It Was Priceless
Halo,
6 bulan itu pelajaran dan pengalaman hidup sekali. Tidak sepenuhnya menyebalkan dari semua yang ada di kamu, contohnya orang tuamu. Aku dapat perhatian seorang ibu dari ibumu setelah lama tidak merasakan itu secara langsung. Jarak puluhan kilometer kutempuh dengan begitu seringnya demi mencapai rumahmu, demi memenuhi haus di dahagaku akan candaan-candaan ringan oleh orangtuamu yang sungguh aku menikmatinya.
Aku bohong ketika aku bilang "aku pengen kamu jadi lebih baik demi kamu sendiri dan orang sekitarmu". Semua itu alasanku untuk membuat hubungan itu menemui kesulitan, kesulitan yang direka dan sarat akan kegagalan yang berhasil.
Cuma di ketikan ini aku berani meminta maaf, sungguh aku pengecut yang handal. Baik buruknya, sungguh pengalaman berharga.
6 bulan itu pelajaran dan pengalaman hidup sekali. Tidak sepenuhnya menyebalkan dari semua yang ada di kamu, contohnya orang tuamu. Aku dapat perhatian seorang ibu dari ibumu setelah lama tidak merasakan itu secara langsung. Jarak puluhan kilometer kutempuh dengan begitu seringnya demi mencapai rumahmu, demi memenuhi haus di dahagaku akan candaan-candaan ringan oleh orangtuamu yang sungguh aku menikmatinya.
Aku bohong ketika aku bilang "aku pengen kamu jadi lebih baik demi kamu sendiri dan orang sekitarmu". Semua itu alasanku untuk membuat hubungan itu menemui kesulitan, kesulitan yang direka dan sarat akan kegagalan yang berhasil.
Cuma di ketikan ini aku berani meminta maaf, sungguh aku pengecut yang handal. Baik buruknya, sungguh pengalaman berharga.
Di Bulan Suci Penuh Kepekaan Ini . . .
. . . Saya memutuskan untuk menjadikan blog ini sebagai tempat sampah untuk si kepala dan si hati.
Ramadhan, penuh dengan keluhan, dari luar maupun dalam.
Ini yang namanya coba-coba berhadiah, bulan penuh cobaan yang kalau berhasil menjalani cobaan pasti dapat hadiah.
Jadi inilah bentuk mengatasi cobaan ala saya, curhat, gosip, bisa dialihkan jadi sesuatu, at least, tulisan yang jarang orang tahu.
Maaf karena saya "ember", tidak bisa menyimpan segala sesuatu sendiri kecuali rasa sakit di tubuh.
Ramadhan, penuh dengan keluhan, dari luar maupun dalam.
Ini yang namanya coba-coba berhadiah, bulan penuh cobaan yang kalau berhasil menjalani cobaan pasti dapat hadiah.
Jadi inilah bentuk mengatasi cobaan ala saya, curhat, gosip, bisa dialihkan jadi sesuatu, at least, tulisan yang jarang orang tahu.
Maaf karena saya "ember", tidak bisa menyimpan segala sesuatu sendiri kecuali rasa sakit di tubuh.
Monday, August 16, 2010
Jelas Bukan Kalimat Pemimpin
Lucu,
Saya selalu memiliki khayalan
Berusaha menyesuaikan dengan realita dan logika
Sedikit sekali yang menuju pencapaian
Tanpa banyak usaha hanya doa belaka
Bah,
Saya ini sedang sinis
Penuh protes ini dan itu
Jangan merasa simpati itu akan saya kais
Karena cairan dari mata pun tidak akan jatuh
Saya selalu memiliki khayalan
Berusaha menyesuaikan dengan realita dan logika
Sedikit sekali yang menuju pencapaian
Tanpa banyak usaha hanya doa belaka
Bah,
Saya ini sedang sinis
Penuh protes ini dan itu
Jangan merasa simpati itu akan saya kais
Karena cairan dari mata pun tidak akan jatuh
Monday, June 21, 2010
I Found One, Once and Last

Pilihan adalah bagian yang paling dominan dalam hidup. Dan aku memilih kamu. Aku memilih kamu untuk masa depan. Aku memilih kamu untuk bisa berkaca terhadap masa lalu, baik yang manis maupun yang pahit. Untuk kali ini aku benar-benar bisa fokus terhadap sesuatu (seseorang). Kamu... Ya, kamu, si penyuka "panas..pedas..berkuah..".
Sebelum semua ini berjalan seperti sekarang, membayangkannya pun tidak. Sedikit saja kamu melintas di kepalaku, seperti ada bekas luka jahitan yang terbuka kembali. Ya memang, aku tau, kamu tidak pernah bermaksud menyakitiku. Cuma jadi perempuan pasrah dan cengeng yang aku bisa saat itu. Menangisi kehadiran ragamu yang tanpa ada sedikit jiwa lagi untukku. Betapa egoisnya aku selalu merasa senang jika bisa menjadi tumpuan untukmu di kala aku dibutuhkan. Dan ya, aku selalu ada untuk kamu. Then I guess you never felt my presence back then.
Waktu berjalan dengan lambat, karena aku seperti menunggu sesuatu. Sesuatu yang bahkan aku tidak tau apa itu dan untuk apa aku menunggu. Lalu ketika aku yakin bahwa aku bisa, sendiri, tanpa menunggumu ataupun mencarimu lagi, dia datang menawarkan segala yang bibirnya mampu ucapkan. Aku pun menyerah, tidak baik berjalan terus di tempat, harus ada perkembangan dalam hidup. Dan hubungan itu berjalan, sedikit tidak lancar. Sampai akhirnya aku merasa jodoh kami hanya bisa sampai di situ.
Then out of no where, in the middle of my fragile relationship, I slowly can feel your presence. Step by step came down to me again. I tried to refuse you by words, and it was so pretty failed. My heart was already open its door for you long before you asked it to. Shortly I realised that the most absurd thing in the world, that called love, is in you. Everything feel balance since you came.
...................
Now I'm out of words. It supposed to be feel, not to describe.
I love you enough to make our dreams and plans happen someday. In our own world. Just the two of us waiting for new companions, our next generation. Let's face it together.
Just like your surname, Abadi, hope this relationship will be that "Abadi".
PS: Yang rajin nabungnya ya sayang :) aku bantuin koq :)
Tuesday, March 9, 2010
Depend on My Mood

Cape banget sebenernya ngedenger tuntutan orang tua ke anak. Kita sebagai anak bisa kesel sampai pengen nangis malahan. Tapi entah kenapa mulut kaya terkunci. Bukan karena ga ada yg bisa diomongin, tapi demi untuk menahan emosi yang sudah gak tahan ingin menembus dinding kesabaran. Semua orang tau, melawan, membentak ataupun membantah orang tua itu tidak baik menurut etika beragama. Dan saya pribadi sebagai anak sama sekali tidak ingin menyakiti perasaan orang tua saya sekecil apapun rasa sakit itu.
Saya cape,
hampir di setiap kesempatan saya berdua dengan ayah saya, beliau selalu menanyakan tentang "mbo' ya kamu cari kegiatan positif, mbak", atau "coba kamu ngelamar-ngelamar kerjaan kalo lagi buka internet". Istigfar istigfar. Bukan saya kalau apapun yang saya lakukan kalau masih dalam proses lalu saya umbar dan bicarakan. Paling banter saya diskusikan kecil-kecilan dengan sahabat atau pacar. Buat saya, selalu ada batasan antara anak dan orang tua. Dan menurut saya lagi, orang tua tidak perlu tahu semua hal tentang anaknya. Cukup yang mudah diterima saja. Hhhh... Ya Allah, gimana caranya supaya ayah saya bisa senang dengan hal apapun mengenai saya, ya Allah?
Sadar sih usaha saya kurang maksimal. But seriously, apapun yang saya kerjakan kalau saya tidak lakukan sepenuh hati atau bahkan karena dorongan orang lain makanya saya kerjakan sesuatu itu, tidak akan pernah maksimal. Boleh koq kalau saya disebut, moody. Because, I am.
I love you, Pap. But sorry I can't prove anything rite now. Please wait till I can give back to you everything you gave me. Promise you, I will. I'll make it happen someday, for you and mom.
Tuesday, March 2, 2010
For The Sake Of Principle
It was came to mind back then, 'why is there a marriage if the options are death do they apart and divorce?'. What is marriage actually? And why are they getting married if they can be separate on their own will, then we know it as a divorce? Crap, this world are getting insane lately. And unfortunately it affected me. Ok, good. NO! Its not good at all, its terrible! I just want to be marry once.
Kalau seperti yang kita tonton di TV di acara infotainment, artis-artis kita cerai rata-rata karena masalah prinsip. Karena mereka beda prinsip lalu mereka gak bisa, at least, coba untuk sabar yang mungkin bisa berbuah baik, ujung-ujungnya cerai. Segampang itukah prinsip bisa merusak pernikahan? Apa bener-bener gak ada solusinya? Mungkin ada, tapi gengsi dan ego setiap manusia itu tinggi sekali. Gengsi yang segitu tinggi pridenya bisa bikin orang mengesampingkan akal sehat. Kasian banget ya orang-orang yang begitu (gak terkecuali saya koq). Soalnya udah pasti banget dan emang udah hukum alamnya, gengsi itu berakhir di penyesalan, apapun alasannya gengsi itu sendiri. Kenapa bisa timbul rasa gengsi dan ego, karena, yah, untuk mempertahankan si prinsip itu.
Prinsip, kalo gak salah definisinya yaitu, kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir dan bertindak. Gak pernah ada kata salah koq kalau untuk urusan prinsip. Karena prinsip itu berbasis kebenaran, kebenaran yang berdasarkan pengalaman individu masing-masing. Tapi prinsip itu bisa jadi boomerang buat kita apabila bertemu dengan individu yang memiliki prinsip yang berbeda. Mudeng ora'? Dodol lo kalo gak ngerti.
Let me get this straight. Affection is not the only thing you need in the relationship. You need A highly level of understanding and patience. I didn't try to say that I've reached that level, but I'm trying here and I will fight it for my own sake. Kenapa? Terdengar egois banget ya? Emang saya egois koq. Everybody are selfish. Such a hypocrite if they aren't. Toh semuanya akan jauh lebih baik kalau dimulai dari diri kita sendiri dulu, baru orang lain. Kalau kitanya aja belum bener, gimana mau benerin orang lain. Sebenernya dengan kita bisa menerima, menampung dan menghargai pendapat orang lain aja itu udah lebih dari cukup. Dan yang paling utama, lupa itu memang anugrah. Jadi bersyukur ajalah kalau kita dikasih lupa terhadap sesuatu. Siapa tau itu baik. Dan memang kalau kepentok soal prinsip dan akhirnya itu uda lewat, entah itu kita bisa ngatasinnya atau selesai karena udah cape, anggap aja gak pernah ada atau lupa.
Kalau seperti yang kita tonton di TV di acara infotainment, artis-artis kita cerai rata-rata karena masalah prinsip. Karena mereka beda prinsip lalu mereka gak bisa, at least, coba untuk sabar yang mungkin bisa berbuah baik, ujung-ujungnya cerai. Segampang itukah prinsip bisa merusak pernikahan? Apa bener-bener gak ada solusinya? Mungkin ada, tapi gengsi dan ego setiap manusia itu tinggi sekali. Gengsi yang segitu tinggi pridenya bisa bikin orang mengesampingkan akal sehat. Kasian banget ya orang-orang yang begitu (gak terkecuali saya koq). Soalnya udah pasti banget dan emang udah hukum alamnya, gengsi itu berakhir di penyesalan, apapun alasannya gengsi itu sendiri. Kenapa bisa timbul rasa gengsi dan ego, karena, yah, untuk mempertahankan si prinsip itu.
Prinsip, kalo gak salah definisinya yaitu, kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir dan bertindak. Gak pernah ada kata salah koq kalau untuk urusan prinsip. Karena prinsip itu berbasis kebenaran, kebenaran yang berdasarkan pengalaman individu masing-masing. Tapi prinsip itu bisa jadi boomerang buat kita apabila bertemu dengan individu yang memiliki prinsip yang berbeda. Mudeng ora'? Dodol lo kalo gak ngerti.
Let me get this straight. Affection is not the only thing you need in the relationship. You need A highly level of understanding and patience. I didn't try to say that I've reached that level, but I'm trying here and I will fight it for my own sake. Kenapa? Terdengar egois banget ya? Emang saya egois koq. Everybody are selfish. Such a hypocrite if they aren't. Toh semuanya akan jauh lebih baik kalau dimulai dari diri kita sendiri dulu, baru orang lain. Kalau kitanya aja belum bener, gimana mau benerin orang lain. Sebenernya dengan kita bisa menerima, menampung dan menghargai pendapat orang lain aja itu udah lebih dari cukup. Dan yang paling utama, lupa itu memang anugrah. Jadi bersyukur ajalah kalau kita dikasih lupa terhadap sesuatu. Siapa tau itu baik. Dan memang kalau kepentok soal prinsip dan akhirnya itu uda lewat, entah itu kita bisa ngatasinnya atau selesai karena udah cape, anggap aja gak pernah ada atau lupa.
Wednesday, January 27, 2010
Yellow Fawn
Ini sekutipan dari sebuah situs yang ceritanya bisa tau karakter kita dari date of birth aja. Dan dengan mata sedikit melotot saya mengakui 80% dari ini sungguh benar adanya. Hahahaha... Enjoy.
"You are Yellow Fawn, who tend to be idyllic, not pretentious, and seem to give an impression of a tomboy, and someone who hates to lose.
Nevertheless, you are a woman with gentle heart and rather old fashioned ways of thinking.
You enjoy having life with atmosphere, and shows consideration and care for others.
But you can be very fussy about your preferences.
You dislike anything that is dishonest, and have passion and cuteness.
Your weakness is that you can be bit selfish at times.
You are honest hard working person.
Relationships that you feel safe tend to be restricted, and therefore, you are easily influenced by people and situation around you.
You can not easily adapt to changes.
You think high of morality.
You are easily moved by tears, and are honest and sentimental sort of person.
You tend to restrict your self with your cautiousness, and this may result in isolation.
You tend to be difficult to get to know, and will require time to become friend with.
Nevertheless, once your character is understood, you will be able to keep a long and steady friendship.
If you keep doing favors for those people who always ask you, you may lose your good fortune.
So, be careful.
You are not a housewife type of person, but you can be dependent on your husband."
"You are Yellow Fawn, who tend to be idyllic, not pretentious, and seem to give an impression of a tomboy, and someone who hates to lose.
Nevertheless, you are a woman with gentle heart and rather old fashioned ways of thinking.
You enjoy having life with atmosphere, and shows consideration and care for others.
But you can be very fussy about your preferences.
You dislike anything that is dishonest, and have passion and cuteness.
Your weakness is that you can be bit selfish at times.
You are honest hard working person.
Relationships that you feel safe tend to be restricted, and therefore, you are easily influenced by people and situation around you.
You can not easily adapt to changes.
You think high of morality.
You are easily moved by tears, and are honest and sentimental sort of person.
You tend to restrict your self with your cautiousness, and this may result in isolation.
You tend to be difficult to get to know, and will require time to become friend with.
Nevertheless, once your character is understood, you will be able to keep a long and steady friendship.
If you keep doing favors for those people who always ask you, you may lose your good fortune.
So, be careful.
You are not a housewife type of person, but you can be dependent on your husband."
Sunday, January 24, 2010
Monday, January 18, 2010
A Process
Forget all the things we wanted
We were never meant to do or die
I'm sorry for the plans you've made
Looking at you makes it harder but don't you cry
I lost the words on my head
Perhaps because it already spread
Really I didn't meant to hurt you
You will always be every girl's muse
Never imagined I could care about you this much
I still even can remember the sense of your touch
You filled my days perfectly
But there's a hole in my heart deeply
My dear lover,
I love you
You know I do
I'll go from here
You'll find someone better than me
Sorry I have to broke this vow
I love you enough to let you go
**This is truly inspired after I listened to Kelly Clarkson's new song "Already Gone". Wow! Ini pertama kalinya gw nulis puisi, or whatever it is lah. Fiuh... Berantakan? I know. Mantap juga Miss Clarkson.
We were never meant to do or die
I'm sorry for the plans you've made
Looking at you makes it harder but don't you cry
I lost the words on my head
Perhaps because it already spread
Really I didn't meant to hurt you
You will always be every girl's muse
Never imagined I could care about you this much
I still even can remember the sense of your touch
You filled my days perfectly
But there's a hole in my heart deeply
My dear lover,
I love you
You know I do
I'll go from here
You'll find someone better than me
Sorry I have to broke this vow
I love you enough to let you go
**This is truly inspired after I listened to Kelly Clarkson's new song "Already Gone". Wow! Ini pertama kalinya gw nulis puisi, or whatever it is lah. Fiuh... Berantakan? I know. Mantap juga Miss Clarkson.
Sunday, January 17, 2010
The Past...so called an Unfinished Business
Geez...Kirain dia uda ke laut nyari kerang and happily ever after with Ginny♥♥. Tapi ternyata for this last 2 years when i thought that everything would be not too dramatic as two years ago, day by day starting to improve the story to be more tempting and dramatic than ever. As is the case, life's such a drama. Monoton pasti ya kalo ga gitu... well..helloo...another themes but this please....??? boring... annoying...
Hey girl, thx by the way for calling me young lady, i apreciate. But u are still A girl for me even we're in the same age, hmm...
Here's the point, I admit that i was the third person, and i've no regret at all. Why should I??? That's not 100% my fault. I won't blow out this case as long as they don't stay in touch with me. BUT, since someone who-must-not-be-named here, seperti mengangkatnya kembali ke permukaan yg setelah sekian lama, lets say Lupa, dan ternyata itu sesuatu yg sangat ga enak didenger, dengan terpaksa kebahas lagi.
I've no idea what did he told her about the truth of the case. Tapi aku rasa dia memutarbalikkan fakta. Knock knock, u think that I am the woman who obsessed with my lover (he was mine and hes yours??)?? Are u lost ur mind or what? Ga kebalik ya siapa terobsesi siapa-nya?! Masa mesti ngerekam percakapan antara me and him dari awal kami kenal sih buat barbuk. Mau gimana juga yg kamu pacarin itu Laki2, girl. Hhhh....I've learned a lot and gained a lot juga sejak itu. Ga akan ada manfaatnya urusin hal pinyik dan dgn org2 yg terlalu mengeksklusifkan diri pula. Ini kayanya uda kaya benang kusut yg ga akan bisa lepas dan memang lebih baik dibuang dan coba pake benang yg lain. Ga pernah merasa insist Dia kayanya untuk bisa lepas dari kekasihnya waktu itu. I gave him choices. And once again, dia Laki2.
Gimanapun, ya sudahlah... Saya maklum, pengkhianatan pacar itu pasti really kicked ur ass ya. Apalagi krn kamu itu sebersih dan secantik bidadari, jadi pasti buntek bgt rasanya dikhianatin laki2 yg, skala 1-10, kira-kira 5,5 lah ya. Ga sebanding gitu sm kamu yg nilainya 9,9. U're rite that we're never meet before until now, and u don't think i know u that much, i agree.
Darling girl, masalah itu ga perlu disamperin juga akan dateng sendiri koq...Kamu bilang kan kamu bukan orang suka cari masalah, TOSSS, kita semua sama kalo gitu. Tapi pasti cara menghadapinya yg berbeda2. (U said : "saya bukan org yg suka cari masalah, I AM NOT. Ketika mereka memulai saya tidak merasa 'harus' membalas perbuatan mereka. Sebaliknya mereka seharusnya mengerti apa yg terjadi dalam diri mereka, dan apa yg sedang mereka lakukan terhadap orang lain"). Mungkin memang kamu bukan org yg suka cari masalah dgn orang, tapi sepertinya kamu typical yg akan melakukan segala cara untuk mengatasi masalah itu dan membuat pihak lain terlihat salah lalu membuatmu merasakan SENSASI KEMENANGAN. Sepertinya udah terlanjur tertanam terlalu lama. Memang peranan orang tua sangat berpengaruh ya.. Oops...my bad.
Wake up girl! Jgn terlalu berusaha keras untuk terlihat nice untuk menutupi sesuatu di balik itu, cape sendiri pasti kan? (U said : "Get up, realize...Life must go on. HE'S MINE dan jangan pernah berfikir for the second times, untuk mengambil sesuatu yg pada awalnya sudah menjadi/masih milik orang lain. Jangan pernah. Not once, no. Not. Not ever"). Ho ho hoooo...Easy girl...Don't make any harsh.
FYI: I already done with all of this childish stuff since i realize its not worth it. Harusnya aku..... begini, ARE U DONE Little Girl??? *Lebih pas kan?*
*MARSHA...Is that name ring any bells???
Hey girl, thx by the way for calling me young lady, i apreciate. But u are still A girl for me even we're in the same age, hmm...
Here's the point, I admit that i was the third person, and i've no regret at all. Why should I??? That's not 100% my fault. I won't blow out this case as long as they don't stay in touch with me. BUT, since someone who-must-not-be-named here, seperti mengangkatnya kembali ke permukaan yg setelah sekian lama, lets say Lupa, dan ternyata itu sesuatu yg sangat ga enak didenger, dengan terpaksa kebahas lagi.
I've no idea what did he told her about the truth of the case. Tapi aku rasa dia memutarbalikkan fakta. Knock knock, u think that I am the woman who obsessed with my lover (he was mine and hes yours??)?? Are u lost ur mind or what? Ga kebalik ya siapa terobsesi siapa-nya?! Masa mesti ngerekam percakapan antara me and him dari awal kami kenal sih buat barbuk. Mau gimana juga yg kamu pacarin itu Laki2, girl. Hhhh....I've learned a lot and gained a lot juga sejak itu. Ga akan ada manfaatnya urusin hal pinyik dan dgn org2 yg terlalu mengeksklusifkan diri pula. Ini kayanya uda kaya benang kusut yg ga akan bisa lepas dan memang lebih baik dibuang dan coba pake benang yg lain. Ga pernah merasa insist Dia kayanya untuk bisa lepas dari kekasihnya waktu itu. I gave him choices. And once again, dia Laki2.
Gimanapun, ya sudahlah... Saya maklum, pengkhianatan pacar itu pasti really kicked ur ass ya. Apalagi krn kamu itu sebersih dan secantik bidadari, jadi pasti buntek bgt rasanya dikhianatin laki2 yg, skala 1-10, kira-kira 5,5 lah ya. Ga sebanding gitu sm kamu yg nilainya 9,9. U're rite that we're never meet before until now, and u don't think i know u that much, i agree.
Darling girl, masalah itu ga perlu disamperin juga akan dateng sendiri koq...Kamu bilang kan kamu bukan orang suka cari masalah, TOSSS, kita semua sama kalo gitu. Tapi pasti cara menghadapinya yg berbeda2. (U said : "saya bukan org yg suka cari masalah, I AM NOT. Ketika mereka memulai saya tidak merasa 'harus' membalas perbuatan mereka. Sebaliknya mereka seharusnya mengerti apa yg terjadi dalam diri mereka, dan apa yg sedang mereka lakukan terhadap orang lain"). Mungkin memang kamu bukan org yg suka cari masalah dgn orang, tapi sepertinya kamu typical yg akan melakukan segala cara untuk mengatasi masalah itu dan membuat pihak lain terlihat salah lalu membuatmu merasakan SENSASI KEMENANGAN. Sepertinya udah terlanjur tertanam terlalu lama. Memang peranan orang tua sangat berpengaruh ya.. Oops...my bad.
Wake up girl! Jgn terlalu berusaha keras untuk terlihat nice untuk menutupi sesuatu di balik itu, cape sendiri pasti kan? (U said : "Get up, realize...Life must go on. HE'S MINE dan jangan pernah berfikir for the second times, untuk mengambil sesuatu yg pada awalnya sudah menjadi/masih milik orang lain. Jangan pernah. Not once, no. Not. Not ever"). Ho ho hoooo...Easy girl...Don't make any harsh.
FYI: I already done with all of this childish stuff since i realize its not worth it. Harusnya aku..... begini, ARE U DONE Little Girl??? *Lebih pas kan?*
*MARSHA...Is that name ring any bells???
Subscribe to:
Posts (Atom)